SELATPANJANG,MEDIATARGETBUSER.ID n— SD Negeri 24 Selatpanjang Kota menggelar Sosialisasi Peningkatan Kompetensi Warga Sekolah untuk memahami sikap inklusif, toleransi dan kesetaraan gender, termasuk pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti siswa, guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan wali murid.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan pemahaman warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik.
Kepala SD Negeri 24 Selatpanjang Kota, Masni, S.Pd , dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu dan nilai akademik, tetapi juga tempat anak-anak belajar berinteraksi, menghargai perbedaan, bekerja sama, dan menghormati sesama.
Menurutnya, setiap anak harus merasa diterima dan dihargai tanpa membedakan suku, agama, kondisi fisik, kemampuan maupun latar belakang lainnya.
“Nilai inklusif dan toleransi tidak hanya menjadi materi dalam kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah,” ujar Masni.
Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah berbagai bentuk tindakan yang dapat membuat peserta didik merasa dikucilkan, direndahkan maupun tidak aman, termasuk ejekan, perundungan dan diskriminasi.
“Harapannya, SD Negeri 24 Selatpanjang Kota tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mendidik anak-anak menjadi pribadi yang menghargai perbedaan, peduli kepada sesama dan mampu memberikan rasa aman bagi orang di sekitarnya,” imbuhnya.
Di samping program inklusif, Masni mengungkapkan bahwa SDN 24 Selatpanjang Kota juga menjalankan kegiatan ekstrakurikuler Tahfidz , sebagai program untuk melatih dan membimbing anak dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan tenaga profesional psikologi, Basirah, S.Psi., hM.Psi , sebagai narasumber. Kehadirannya memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, toleran dan ramah bagi semua anak, termasuk cara menyikapi perbedaan serta memberikan dukungan yang tepat kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
Melalui sosialisasi ini, warga sekolah diharapkan semakin memahami pentingnya membangun budaya sekolah yang mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai, melindungi dan memberikan rasa aman, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dan berkembang tanpa diskriminasi…(ZAMRI)
![]()
