Buser24jm – Muntok Bangka.
Penghentian penambangan oleh ApH membuat nelayan dan masyarakat di Tembelok merasa putus asa, diantaranya memohon kepada pihak berwenang, termasuk TNI maupun Polri, memberikan kebijakan terhadap kegiatan agar mereka dapat mencari nafkah dengan cara menambang, terutama menjelang masuknya musim ombak besar.
Para nelayan dan masyarakat sekitar telah menerima dampak dari penutupan operasi TI Apung, mereka mengatakan bahwa beroperasinya TI Apung sebelumnya tidak pernah menimbulkan masalah bagi mereka, dan bahkan telah disepakati bahwa segala kerusakan akan diganti.
Seorang nelayan, Bujang, menggambarkan ketidakpastian yang mereka hadapi, “Kami satu unit, ada 4-5 pekerja, dan sekarang sudah ratusan unit ponton yang berhenti beroperasi setelah diminta berhenti oleh pihak keamanan. Bagaimana nasib kami dan teman-teman sangat sulit, kami merasa sangat stres.”
Ia menambahkan, “Ketika beroperasi, kami sangat bahagia karena bisa bekerja, terutama dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang. Bekerja di Laut Tembelok memberikan hasil yang dapat kami berikan kepada anak-anak dan istri kami. Kami di sini tidak mencari kekayaan, hanya mencari nafkah ujarnya.
Ketua Kelompok Nelayan, Rusdan (52 tahun), mengatakan bahwa mereka memahami pentingnya operasi TI Apung dan telah menyepakati kompensasi atas kerusakan yang mungkin terjadi. Namun, mereka memohon kepada pihak berwenang untuk memberikan izin kepada para nelayan kecil agar mereka dapat mencari nafkah dengan menambang, terutama menjelang musim ombak besar yang akan segera tiba. (Runadi)
![]()
