Mediatargetbuser.id. Meranti – Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Universitas Riau sejak tahun 2022 telah melakukan pengembangan dan penelitian pemanfaatan limbah sagu, menjadi produk industri bernilai tambah seperti briket arang dan biopelet ramah lingkungan.
Program ini terus berjalan melalui kegiatan riset, pendampingan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat di Sungai Tohor sebagai bagian dari pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan berbasis potensi lokal daerah, ungkap Kadis pada awak media Rabu 20 Mei 2026.
Briket arang sendiri merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari limbah biomassa yang diproses menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan. Sedangkan biopelet merupakan bahan bakar berbentuk pelet padat yang memiliki potensi besar sebagai energi terbarukan dan kebutuhan industri.
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan bersama tim Universitas Riau, produk briket arang uyung sagu memiliki kualitas yang baik dan telah memenuhi standar mutu, dengan nilai kalor tinggi, kadar air rendah, serta kualitas pembakaran yang baik sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai industri alternatif pengganti arang bakau ke depan.
Pengembangan ini menjadi salah satu alternatif usaha yang sedang didorong pemerintah daerah untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, termasuk bagi pelaku usaha yang terdampak penutupan arang bakau. Selain memiliki nilai ekonomi, produk ini juga mendukung pengembangan energi terbarukan dan industri yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, Pemerintah Daerah berharap sektor industri pengolahan hasil perkebunan di Kepulauan Meranti tidak hanya bertumpu pada produk mentah, tetapi mampu berkembang ke arah hilirisasi dan produk turunan yang memiliki daya saing dan nilai tambah lebih tinggi.
Sesuai visi misi Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi unggulan daerah, pengembangan hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta pembangunan ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, akademisi, dunia usaha, perbankan, maupun masyarakat agar pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan ini dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, serta benar-benar mampu menjadi solusi ekonomi dan membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti…(zamri)
![]()
