Tg Berikat- Bangka Tengah.
Rencana aktivitas penambangan timah di laut Beriga bangka tengah tak habis habisnya menuai penolakan dari masyarakat setempat Khusunya masyarakat nelayan.
Bahkan belum lama ini masyarakat dan nelayan dusun Batu Beriga, baru saja menggeruduk dan menemui Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan penolakan tersebut.
Tak sampai di situ saja, masyarakat bersama legislatif juga menemui pemerintah pusat Direktorat Minerba Kementerian ESDM RI dan Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelauatan dan Perikanan RI beberapa waktu lalu.
80 persen dari masyarakat nelayan menolak aktivitas tambang yang dikordinir 10 perusahaan / CV di bawah naungan PT Timah tbk tersebut.
Sebab menurut mereka, aktivitas penambangan tersebut berada di zona dan wilayah tangkap para nelayan.
“Yang menolak sekitar 80 persen, mereka tidak setuju karena area tambang itu merupakan zona tangkap mereka,” ujar MH, belum lama ini.
MH Khawatir aktivitas tambang tersebut mengikis area tangkap dan pendapatan para nelayan. Terlebih mereka hanya menggantungkan hidup dengan cara melaut.
“Secara pribadi menolak. Karena sebagai pengepul ikan, saya juga punya nelayan. Biasanya nelayan kasbon dulu, jadi kalau tambang Beriga di buka bagaimana mereka melaut dan membayar kasbon ke saya,” kata MH.3/12/2023
“Ibaratnya kalau tambang itu di buka nelayan kami tidak bisa melaut. Sementara mereka tidak punya mata pencaharian yang lain,” tutup MH.( @)
Sumber: Tim Jober
![]()
