Batu Bara, Mediatargetbuser.id
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batu Bara terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan perizinan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di daerah tersebut.
Di bawah kepemimpinan Kepala DPMPTSP Batu Bara, H. Murdi Simangunsong, S.STP, instansi tersebut berkomitmen menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan berbasis digital.
Upaya tersebut tidak terlepas dari bimbingan dan arahan Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, SH, MSI, C.L.A., bersama Wakil Bupati Syafrizal, SE, M.AP.
Investasi Capai Rp887 Miliar
Berdasarkan data DPMPTSP Batu Bara, realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp887.708.259.190 atau sekitar 177,54 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp500 miliar.
Selain capaian investasi, DPMPTSP juga mencatat penerbitan sebanyak 2.868 Nomor Induk Berusaha (NIB). Sementara itu, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada di angka 88,41 dengan kategori sangat baik.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja pelayanan perizinan sekaligus menggambarkan potensi investasi yang terus berkembang di Kabupaten Batu Bara.
Meski demikian, H. Murdi Simangunsong menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
“Masih ada beberapa hal yang perlu kita benahi, terutama tata kelola digital, integrasi data, serta monitoring secara real time terhadap perizinan dan investasi,” ujar Murdi.
Hadirkan Program Jemput Bola
Selain pembenahan sistem digital, DPMPTSP Batu Bara juga terus mengembangkan program Jemput Bola (JeBol), yakni pelayanan perizinan berusaha dengan mendatangi masyarakat secara langsung.
Program tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus legalitas usaha, khususnya bagi pelaku usaha yang masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan perizinan.
Dalam tiga bulan terakhir, DPMPTSP Batu Bara mencatat telah menerbitkan lebih dari 200 NIB melalui pelayanan perizinan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Batu Bara.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan administrasi usaha sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
SMART INVEST Batu Bara Jadi Terobosan
Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pelayanan, H. Murdi Simangunsong menggagas inovasi bertajuk SMART INVEST BATU BARA (Smart Management of Integrated Licensing and Investment Services).
Inovasi tersebut dikembangkan seiring dengan keikutsertaannya dalam Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII.
SMART INVEST Batu Bara dirancang untuk mendukung terwujudnya sistem pelayanan perizinan dan investasi yang terintegrasi, cepat, akurat, serta mudah diakses masyarakat.
Melalui inovasi ini, DPMPTSP Batu Bara berupaya membangun pengelolaan data yang lebih terpadu, memperkuat pemantauan perizinan dan investasi secara berkala, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“SMART INVEST Batu Bara hadir untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, hadir di tengah masyarakat, akurat, dan terpercaya. Prinsip kami jelas: pelayanan perizinan baik, maka investasi akan meningkat,” tegas Murdi.
Targetkan IKM 90 dan Pertumbuhan NIB 10 Persen
Ke depan, DPMPTSP Batu Bara menargetkan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) hingga mencapai angka 90.
Selain itu, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) ditargetkan meningkat sebesar 10 persen setiap tahun.
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen DPMPTSP dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di Kabupaten Batu Bara.
Melalui penguatan digitalisasi, program jemput bola, dan inovasi SMART INVEST Batu Bara, DPMPTSP berharap dapat menciptakan ekosistem perizinan yang semakin efisien serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan investor dalam mengembangkan kegiatan usaha di daerah.
Catatan: Dalam data yang disampaikan terdapat ketidaksesuaian antara target investasi Rp300 miliar dan persentase capaian 177,54 persen. Jika realisasi Rp887,7 miliar dan persentase 177,54 persen yang digunakan, targetnya sekitar Rp500 miliar. Target tersebut sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum berita diterbitkan.
(Boys-3)
![]()
