mediatargetbuser.com.Langkat (Sumut) – Sejumlah elemen mendesak Dirut Holding Abdul Gani di Jakarta mencopot jabatan Dirsevma inisial PR dan Kabag Aset PTPN II Tanjung Morawa, karena diduga mereka tak becus bekerja, pasalnya masih banyak lahan kebon milik PTPN II yang masih bersetatus Hgu maupun Eks Hgu kini masih banyak dikusai para pengarap dibiarkan begitu saja tanpa pernah ada tindakan.
Kuat dugaan kalau Dirsevma dan Kabag bidang Aset diduga gagal dan tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sehinga masih banyak lahan lahan yang berstatus Hgu maupun Eks Hgu dibiarkan begitu saja bahkan sudah puluhan tahun digarap oleh penggarap, sebut tokoh adat ismail.
Ia menilai kalau tidak ada unsur kepentingan pejabat kenapa masih banyak lahan kebun milik PTPN II yang masih berstatus Hgu maupun Eks dibiarkan digarap begitu saja oleh pengarap, bahkan diperkirakan hampir ribuan hektar lahan yang masih berstatus Hgu maupun Eks termasuk di Wiilayah Langkat maupun Sei Semayang, kebon tandam hilir, kebun Tj.Jati dan kebun Kwala Madu, bebas dikuasai para penggarap tanpa ada tindakan.
“Kuat dugaan kalau Dirsevma dan kabag Aset telah melakukan pembiaran karena ada unsur kepentingan pejabat pihak PTPN II. Sehingga para penggarap bisa bebas menguasai lahan Hgu maupun Eks milik BUMN,” kata tokoh adat Ismail Rabu 30/8 Siang. di Stabat.
Apapun alasanya baik lahan tersebut merupakan lahan berstatus Hgu/Eks Hgu itu tak terlepas dari tanggung jawab Dirsevma dan Kabag aset.
Ismail meminta kepada Dirut Holding PTPN III Sbdul Gani di Jakarta untuk segera menggevaluasi kinerja Dirsevma dan Kabag Aset PTPN II dan jajaranya dari jabatanya karena diduga tak becus bekerja.
“Kami menilai kinerja Dirsevma dan Kabag aset beserta jajaranya sudah sepantasnya di evaluasi dengan yang memiliki punya wawasan dan yang bisa bekerja jangan taunya cuma duduk manis di kantor hanya mengharapkan gaji bulanan, turun kelapangan biar tau lahan lahan yg masih berstatus HGU/Eks Hgu, dikuasa para pengarap,” katanya.
Reporter: Jr
Editor : L bagus
![]()
