Babel, targetbusernews
Dilema pengguna alur pelayaran pangkalbalam khususnya Nakhoda terhadap kapal yang bermuatan mau tidak mau menerima tantangan berhadapan dengan factor alam dengan kondisi terkini pada areal alur pangkalbalam yang mengalami kondisi tidak baik, hal tersebut menjadi bahan kontrapersi antara pengguna alur dengan petugas operator maupun rigerator.
Lebih dari 33 perusahaan keagenan pelayaran berkesempatan menggunakan alur pelayaran dengan masa kunjungan kapal spesifikasi bobot dan ukuran hingga draf benaman berbeda. Tidak diungkiri tantangan bagi nakhoda kapal terhadap keselamatan pelayaran saat melintasi alur dengan berpedoman sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) memiliki 8 rintangan penanda serta jarak berbeda.
Meskipun telah ditetapkan alur pangkalbalam wajib menggunakan pandu difasilitasi oleh operator bekerjasama dengan regerator kontek pelayanan dan pengawasan agar navigasi pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar sehingga keselamatan pelayaran dapat terwujud.
Namun jika sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran lalu lintas kapal diantaranya layanan informasi yang optimal dari Stasiun Vessel Traffic Service VTS belum menunjang bahkan sempitnya alur, dangkalnya alur pelayaran pangkalbalam dapat mempengaruhi kapal dalam olah gerak kapal dengan baik,
Nakhoda KMP SALVIA mengatakan pada prinsipnya terlebih dahulu harus mengetahui sifat sebuah kapal dan bagaimana gerakannya pada waktu mengolah gerak tersebut.
Dijelaskan olehnya dalam olah gerak kapal saat memasuki alur pelayaran sempit dan dangkal perlu kita perhatikan beberapa faktor baik dari dalam kapal itu sendiri maupun faktor dari luar, seperti bentuk kapal, keadaan mesin, daun kemudi, sarat, trim dan, keadaan muatan. Kemudian faktor dari luar, misalnya: angin, arus, ombak serta, kedalam perairan sehingga diperlukan persiapan khusus untuk olah gerak kapal saat melintasi alur pangkalbalam hingga proses sandar dipelabuhan diantaranya peralatan navigasi dan komunikasi, safety equipment, tali menali dan jangkar, ship condition.(red)

Sumber: Firdaus, Alumni jurusan Tatalaksana Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan
![]()
