Tapteng- Babinsa Kelurahan Sarudik, Koramil 03/Pandan , Kodim 0211/Tapanuli Tengah, Sertu H. Manihuruk menghadiri kegiatan Lokakarya Kajian Risiko Bencana Partisipatif dengan Pendekatan Aksi Merespon Peringatan Dini yang Inklusif, yang digelar di Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kab Tapteng, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan lokakarya tersebut melibatkan unsur kelurahan, BPBD, relawan, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok rentan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Sertu H. Manihuruk mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kebencanaan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu pemerintah daerah dalam memberikan edukasi mitigasi bencana kepada warga.
“Kajian risiko bencana secara partisipatif ini sangat penting, agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi subjek yang paham akan potensi ancaman di wilayahnya dan mampu merespon peringatan dini secara cepat dan inklusif,” ujar Sertu H. Manihuruk.
Menurutnya, Kelurahan Sarudik sebagai wilayah pesisir memiliki potensi risiko bencana seperti banjir, abrasi, gempa bumi dan tsunami, sehingga perlu adanya pemahaman bersama dan sistem peringatan dini yang melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok lansia, disabilitas, anak-anak dan perempuan.
Dalam lokakarya tersebut, peserta diajak untuk mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan kapasitas yang ada di lingkungan masing-masing, serta menyusun rencana aksi komunitas dalam merespon peringatan dini.
Lurah Sarudik mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendukung setiap kegiatan kemasyarakatan. Sinergitas antara TNI, pemerintah kelurahan dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang tangguh bencana.
![]()
