Mediatargetbuser.id. MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Universitas Riau terus mendorong hilirisasi hasil perkebunan melalui pemanfaatan limbah sagu menjadi produk bernilai tambah. Sejak 2022, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Meranti bekerja sama dengan Unri mengembangkan briket arang dan biopelet dari uyung sagu sebagai energi alternatif ramah lingkungan.
Program ini dijalankan melalui riset, pendampingan, dan Focus Group Discussion bersama masyarakat di Sungai Tohor. Hasilnya, produk briket arang uyung sagu dinyatakan lulus uji laboratorium dengan kualitas baik, nilai kalor tinggi, kadar air rendah, dan pembakaran stabil.
Briket ini potensial jadi industri alternatif pengganti arang bakau. Selain ramah lingkungan, juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama pelaku usaha yang terdampak penutupan arang bakau,” ujar pihak Disperindag Meranti.
Ke depan, Pemkab Meranti berharap industri pengolahan hasil perkebunan tidak lagi bertumpu pada produk mentah. Hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menarik investasi, dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Langkah ini sejalan dengan visi misi Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar untuk memperkuat ekonomi masyarakat, mendorong hilirisasi industri, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pemkab Meranti mengajak dukungan pemerintah pusat, provinsi, akademisi, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat agar program ini berjalan berkelanjutan dan benar-benar menjadi solusi ekonomi serta membuka lapangan kerja baru di Meranti, papar Sekretaris Disperindag pada awak.media, 20 Mei 2026…(zamri)
![]()
