Mediatargetbuser.id. Deli Serdang-
Tiga bocah pelajar SD ditemukan tewas terapung di sebuah kolam eks galian C yang lokasinya berada pada rencana pembangunan perumahan di Dusun III Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, Minggu (24/4/2022) pagi.
Piralnya masalah tiga bocah ini dikabarkan hilang berawal adanya postingan pemilik akun Facebook, Penta Sitepu dan dibagikan oleh akun Facebook dalam penjelasan pemilik akun berharap kepada masyarakat luas barang siapa yang melihat dan mengetahui keberadaan tiga bocah ini kiranya dapat menghubungi pihak keluarga.
Menurut penjelasan Ajeman kepala Desa Bandar Labuhan sejak sore kemaren ketiga bocah ini sudah tidak diketahui keberadaannya, dan pemerintah Desa ini menyampaikan kepada seluruh perangkatnya untuk mencari dimana keberadaan anak ini.
Bukan itu saja pihak keluarga pun sempat bertanya kepada orang pintar. Berdasarkan keterangan orang pintar pihak keluarga mendatangi lokasi eks galian C yang terbilang jauh dari kediaman mereka
Ketiga korban tewas adalah warga Dusun VI Desa Bandar Labuhan, di antaranya adalah anak kembar yaitu Muhammad Fauzan (10) dan Ahmad Fauzi (10) seorang tetangga, Rido Alfarizi (12). Belum diketahui secara pasti penyebab kematian ketiga korban, dugaan sementara ketiganya tewas karena tenggelam di kolam tersebut.
Sesuai informasi yang diperoleh Awak Media ini, ketiga bocah sebelumnya pergi dari rumah mereka dengan membawa pancing, Sabtu (23/4/2022) pukul 14.30 WIB. Dengan menumpang becak bermotor, ketiganya turun di Bendungan irigasi Desa Bandar Labuhan.
Tidak pulang hingga malam ke rumahnya, keluarga ketiga korban melakukan pencarian ke rumah temannya namun tidak ditemukan, Sabtu (23/4/2022) malam. Selanjutnya, Minggu pagi pihak keluarga melanjutkan pencarian di sekitar bendungan dan menemukan sandal serta alat pancing yang dibawa ketiga bocah.
Sekira 500 meter dari bendungan, pihak keluarga melihat ada kolam bekas galaian dan menemukan tubuh kedua bocah yakni Muhammad Fauzan dan Ahmad Fauzi sudah terapung dengan kondisi sudah meninggal. Tidak lama kemudian, tubuh Rido Alfarizi terapung naik ke permukaan air dan sudah meninggal.
Kapolsek Tanjungmorawa Polresta Deliserdang AKP Firdaus Kemit SH ketika dikonfirmasi, Minggu (24/4/2022) mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh ketiga korban tewas.
Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap tubuh ketiga korban tewas dengan membuat surat pernyataan bermaterai, bahwa pihak keluarga ikhlas menerima kematian anaknya yang dinilai murni kecelakaan(B24-lb)
Editor. Zamri.
![]()
