Karo _ Mediatargetbuser id.
Masyarakat diseputaran Kecamatan Juhar merasa resah akibat pohon tusam yang sudah diambil getahnya menjadi mati dan rapuh seringkali tumbang menimpah kebadan jalan.
Akibat deresan getah itu pohon tusam itu lama kelamaan mengering dan mati, banyak pohon tusam itu tumbang. Bila hujan deras, seringkali pohon – pohon itu tumbang kebadan jalan mengakibatkan transportasi terhenti. Terpaksa di potong – potong dulu pohonnya baru bisa di geser ke pinggir jalan agar bisa di lewati kendaraan roda empat maupun roda dua, terang Sekdes Sukadame, Kecamatan Tanah Pinem, Sasmon Ginting yang sering melewati jalan tersebut ketika berbincang dengan kami pada Jumat 06/05 di Juhar.
Lanjutnya, pernah juga pohon tusam yang sudah tinggal pohonnya (mati) tumbang menimpa kabel listrik, hingga beberapa desa mengalami pemadaman listrik. Makanya di waktu hujan deras kami merasa khawatir kejadian itu terulang kembali, dan memohon perhatian Pemkab Karo khususnya Polisi Kehutanan kiranya dapat menertibkan para penderes tersebut, karena kami selalu takut bila hal ini dibiarkan akan menimbulkan korban jiwa, ujarnya penuh harap.
Sementara itu R Sembiring warga Juhar juga mengatakan kepada kami bahwa ada beberapa Desa / Dusun yang harus melintasi jalan yang rawan tersebut diantaranya, Buluhpancur, Laulingga, Lau Kidupen, Naga ,Ketawaren, ini masuk diwilayah Kabupaten Karo. Sudah seharusnya Pemkab. Karo peduli akan keselamatan warganya. Sedangkan Sigedang, Pinem, Pamah, Jumabatu, ( 4 dusun ) masuk dalam wilayah Kabupaten Dairi namun mereka harus melalui jalur tersebut. Jadi berapa banyak warga yang bila hujan tiba merasa terisolir akibat tidak berani keluar desa hanya karena takut pohon – pohon tusam yang sudah mati dan rapuh itu tumbang hingga menimpa mereka yang melintas, ujarnya.
Ditambahkan R Sembiring, jangan hanya karena oknum /tokeh getah mencari keuntungan dari getah – getah yang dideres tapi mengesampingkan keselamatan orang banyak, jadi kami warga Kecamatan Juhar memohon perhatian Bupati Karo agar segera merazia penderes – penderes tersebut, karena kami warga Karo perlu diperhatikan dan dilindungi, ungkapnya dengan nada sedikit geram.( Nur kennan Tarigan)
Editor. Zamri.
![]()
