Rantau Prapat, Mediatargetbuser.com
Kepedulian terhadap kesehatan warga binaan pemasyarakatan, tahanan, dan pegawai diwujudkan melalui kegiatan pemeriksaan mata gratis yang digelar Optik UD Jaya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantau Prapat.
Kegiatan sosial tersebut dibuka dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Rantau Prapat, Yosef Leonard Sihombing, S.H., M.H., didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Mytrando, Kepala Urusan Kepegawaian Theo Candra Siregar, serta Kepala Urusan Umum Ari Juanda Munthe.
Turut hadir pemilik Optik UD Jaya, AKP Fadlun Al Fitri, S.S., bersama istrinya, Yunita Sari, yang mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga fungsi penglihatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Rantau Prapat, Yosef Leonard Sihombing, mengapresiasi inisiatif Optik UD Jaya yang memberikan layanan pemeriksaan mata secara cuma-cuma kepada warga binaan, tahanan, dan pegawai di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Yosef, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam membantu mengetahui kondisi kesehatan mata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial terhadap sesama.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak orang yang memperoleh manfaat dari pelayanan kesehatan, termasuk mereka yang berada di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan manfaat langsung bagi warga binaan, tahanan, dan pegawai. Kami mengapresiasi kepedulian Optik UD Jaya yang telah memberikan pelayanan pemeriksaan mata gratis di Lapas Kelas IIA Rantau Prapat,” demikian inti apresiasi yang disampaikan Yosef.

Sementara itu, AKP Fadlun Al Fitri bersama Yunita Sari menjelaskan bahwa pemeriksaan mata gratis tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial rutin yang mereka lakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan mata.
Melalui kegiatan ini, mereka berharap warga binaan, tahanan, dan pegawai dapat mengetahui kondisi penglihatan masing-masing serta semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata.
Menurut mereka, pemeriksaan mata secara berkala merupakan salah satu langkah penting untuk mengenali gangguan penglihatan sejak dini sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
“Kegiatan pemeriksaan mata gratis ini merupakan kegiatan sosial rutin yang kami lakukan. Kami ingin berbagi manfaat dan membantu warga binaan, tahanan, serta pegawai agar dapat mengetahui kondisi kesehatan mata mereka. Bagi kami,kepedulian terhadap kesehatan mata merupakan bagian dari kepedulian terhadap sesama,” ungkap Fadlun bersama Yunita.

Perkuat Kepedulian Sosial di Lingkungan Pemasyarakatan
Pemeriksaan mata gratis tersebut memberikan kesempatan kepada para penerima layanan untuk memeriksa kondisi penglihatan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perawatan kesehatan mata.
Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi positif antara pihak swasta dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung pelayanan sosial yang inklusif. Kepedulian terhadap kesehatan dinilai perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan dan tahanan yang sedang menjalani proses pemasyarakatan.
Selain memberikan manfaat secara langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian tanpa membedakan latar belakang seseorang.
Bagi Lapas Kelas IIA Rantau Prapat, dukungan dari berbagai pihak melalui kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan pembinaan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan penghuninya.

Optik UD Jaya berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak pihak yang dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan dan terdorong untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama diharapkan semakin tumbuh. Kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pemasyarakatan pun dapat menjadi contoh bahwa aksi sosial sederhana mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi mereka yang berada di balik tembok pemasyarakatan.
(Red/Boys-3)
![]()
