Batu Bara, Mediatargetbuser.com
Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0208/Asahan membuktikan bahwa pengabdian mereka tidak hanya terbatas pada hunian warga. Tempat ibadah juga menjadi prioritas utama demi kenyamanan spiritual masyarakat di pelosok daerah.
Hal ini terlihat nyata dalam program rehabilitasi Musholah Al Maghribi yang berlokasi di Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Senin (20/7/2026).
Perehaban rumah ibadah ini menjadi salah satu sasaran fisik krusial dalam TMMD kali ini. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian mendalam TNI terhadap kebutuhan masyarakat, yang menyeimbangkan antara pembangunan infrastruktur fisik dan fasilitas keagamaan. Melalui renovasi ini, warga diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, tenang, dan khusyuk.
Pantauan di lokasi, kebersamaan antara TNI dan rakyat begitu kental terasa. Anggota Satgas TMMD bersama warga setempat tampak bersenda gurau di sela-sela kesibukan bergotong royong. Mereka berbagi tugas menyelesaikan berbagai tahapan renovasi, mulai dari memperbaiki bagian bangunan yang lapuk dan rusak, hingga membenahi fasilitas pendukung ibadah lainnya. Semangat silih asih ini menjadi bukti sahih bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat di Desa Kapal Merah bukan sekadar slogan.
Komandan Kodim 0208/Asahan sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa program TMMD sengaja dirancang untuk menyentuh aspek-aspek fasilitas umum yang memiliki dampak masif bagi hajat hidup orang banyak.
”TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah warga (RTLH), tetapi juga menyentuh fasilitas umum yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Rehabilitasi Musholah Al Maghribi ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga dalam melaksanakan ibadah sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan di Desa Kapal Merah,” tegas Letkol Inf Edy Syahputra.
Program TMMD Ke-129 ini menjadi potret sukses sinergi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Lewat akselerasi pembangunan sarana fisik maupun nonfisik ini, wilayah pedesaan di Batu Bara tidak hanya bersolek secara infrastruktur, tetapi juga semakin kokoh dalam ikatan kemanunggalan antara tentara dan rakyatnya.
( Boys-3)
![]()
