Mediatargetbuser.id. MERANTI – Garis pantai Kepulauan Meranti terus tergerus abrasi. Rumah nelayan di pesisir Tebing Tinggi, Rangsang, dan Merbau kini terancam ambruk. Warga desak pemerintah pusat turun tangan bangun tanggul, karena APBD Pemkab terbatas.
Di sejumlah titik, bibir pantai sudah masuk ke pekarangan. Ombak besar tiap hari hantam pemukiman. Rumah panggung nelayan tinggal tunggu waktu roboh. Jalan, dermaga kecil, kebun warga juga ikut hilang.
Warga Pesisir Selatpanjang:
“Kondisinya sudah mengkhawatirkan. Kalau malam ombak besar, kami nggak bisa tidur. Takut rumah roboh. Kami cuma nelayan, mau mengadu ke mana lagi kalau bukan ke pemerintah.”
Abrasi tak cuma hancurkan rumah. Mata pencaharian nelayan juga taruhan karena perahu tak punya tempat sandar aman.
Bertepatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, warga nilai ini momentum aksi nyata. Penanaman mangrove masal bisa jadi langkah awal tahan gelombang. Tapi warga sadar, mangrove saja tak cukup lawan abrasi parah.
Pemkab Meranti angkat bicara soal anggaran. Penanganan abrasi pulau terluar butuh dana besar yang tak sanggup ditanggung APBD.
Pejabat Pemkab Meranti:
“Pemda tentu peduli. Tapi APBD kita terbatas untuk abrasi skala besar di pulau-pulau terluar. Kami sudah mengusulkan, tinggal tunggu respons dan bantuan dari pusat.”
Warga berharap desakan didengar sebelum terlambat. Pulau-pulau kecil di Meranti berisiko hilang ditelan laut. Padahal wilayah itu garda terdepan NKRI.
Warga Pesisir Selatpanjang:
“Jangan tunggu rumah kami habis baru pemerintah sibuk. Kami minta pusat segera salurkan dana khusus untuk penyelamatan pulau-pulau terluar di Meranti.”….(zamri)
![]()
