Lombok Tengah — Bertempat di Aula LPKA Kelas II Lombok Tengah, kegiatan konseling bagi anak binaan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sentra Paramita Mataram dan Biro Psikologi Adeena, yang menghadirkan tim psikologprofesional untuk memberikan pendampingan dan edukasi psikologis kepada para anak binaan.
Dengan mengangkat tema “Kita Semua Bersaudara”, kegiatan ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai empati, solidaritas, dan persaudaraan di antara sesama anak binaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan kesehatan mental mereka.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Seksi Pembinaan, Herri Jufrianto, yang dalam pesannya menekankan pentingnya membangun rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam lingkungan LPKA.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang untuk belajar bersama, tetapi juga ruang untuk saling mengenal dan menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Kita semua bersaudara, dan saling mendukung adalah kunci untuk tumbuh lebih baik,” ungkap Herri Jufrianto dalam sambutannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dikemas secara menarik dan interaktif oleh tim psikolog. Anak-anak terlihat antusias dan terlibat aktif dalam berbagai permainan yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan menciptakan suasana yang akrab.
Pada sesi inti, para psikolog dari Sentra Paramita dan Biro Adeena menyampaikan materi konseling yang menekankan pentingnya memahami diri sendiri, membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, serta cara mengelola emosi secara positif. Anak-anak juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam suasana yang terbuka dan mendukung.
Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama, di mana para peserta diajak menyampaikan kesan, pesan, dan harapan mereka. Momen ini menjadi penegas bahwa setiap anak binaan memiliki potensi untuk tumbuh, berubah, dan menjadi pribadi yang lebih baik, terutama saat mereka merasa diterima dan dihargai sebagai bagian dari satu keluarga besar.
Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Lombok Tengah menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendekatan pembinaan yang holistik — menyentuh aspek psikologis, emosional, dan sosial — guna mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi anak-anak binaan ke masyarakat.
![]()
