Muntok Bangka-Target busernews.
Pemanfaatan fasilitas pelabuhan sebagai sarana penunjang usaha pelaku perkapalan maupun bongkar muat menjadikan bukti bahwa keberadaan pelabuhan sebagai tempat alih fungsi distribusi dan konsolidasi barang dalam jaringan transportasi di perairan, seperti halnya pelabuhan Tanjung Ular diwilayah kerja KSOP Kelas IV Muntok. Sebagai penunjang kegiatan perkapalan maupun kepelabuhanan berkegiatan bongkar muat di pelabuhan tanjung ular kedalaman laut tidak menjadi permasalahan Lws 6meter pada kolam dermaga hal ini meyakinkan bahwa kapal bebas bergerak disekitaran kolam dengan lebar 300meter panjang lebih dari 2000 mengarah laut tidak berketergantungan pasang surut.
Hari ini sejak selasa 27/9_2023 s/d hari ini Jumat 30/9/2023 perdana bagi kami keagenan kapal Pt Lautan Mulia Purnama (LMP) menggunakan fasilitas pelabuhan Tanjung Ular merupakan kegiatan handling keagenan pelayanan terhadap kapal Tongkang/ Taugbout dengan kegiatan Muat Countener dan pemuatan alat kerja lainnya diatas tongkang serta pelayanan kebutuhan kapal tidak lepas seperti pelabuhan lainnya hanya saja menjadi perhitungan proses awal olah gerak kapal yang berpedoman terhdap Port Info mengenai kondisi perairan perairan terhadap alur masuk ke pelabuhan, dijelaskan oleha Firdaus Operasional Keagenan Pelayaran LMP
Diawali komunikasi antara operasional Keagenan dengan crew kapal via radio VAF Frekuensi 14 kapal mauapun Agent menginformasikan lebiha awal mengenai situasi di Areal Pelabuhan sedangkan pihak crew kapal menginformasikan keadaan perairan proses olah gerak hingga keadaan alam berpengaruh terhadap rencana tempat tambatan, dan renacana kegiatan dipelabuhan setelah kita sandarkan tongkang ukuran 180 Feet di dermaga tinggal menunggu kedatangan muatan diantaranya 3 unit container didatangkan dari Pangkalpiang diangkut menggunakan tronton dengan perkiraan waktu perjalanan 4 jam dari Pangkalpinang- Pelabuhan Tanjung Ular Muntok, namun perkiraan waktu tersebut meleset 2 jam perjalanan. Menurut keterangan sopir kami saat pengangkutan container tersebut tidak jarang sering terhambat oleh bentangan kabel listrik maupun kabel lainnya di jalan dengan ketinggian sejajar angkutan countener dan juga jalur menuju pelabuhan masa sempit tak jarang para sopir tronton sangat hati hati dengan berpokus keselamatan dan menghindari kabel yang membentar diatas jalan.
Operasional keagenan PT Lautan Mulia Purnama (LMP) sudah berkiprah di dunia keagenan pelayaran bahwa agent Kapal tidak bekerja sendiri namun dibantu oleh petugas Kantor sahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan bidang bagian Lalu Lintas Laut dan kepelabuhanan, segala sesuatu berkaitan dengan areal pelabuhan kebutuhan pelayanan dan lainnya berkaitan dengan pelayanan jasa kepelabuhan dapat langsung kepada Suratman Staf ksop Kelas IV Muntok bangka.
Staf LALA dan KEPELABUHANAN KSOP Muntok Rahman pun menjadi nara sumber mengenai informasi pelabuhan Tanjung Ular Muntok-menjadi catatan penting terhadap pelaku usaha maupun penggu jasa pelabuhan Khusunya di Pelabuhan tanjung Kalian diawali pemberitahuan letak:
Ass alur pelabuhan :
2° 3’18.79″S-105° 6’3.91″E haluan masuk 118”
kanan alur masuk batas: a. 1° 56’22.30″S-105° 6’01.85″E
kanan alur masuk batas; b. 1° 57’10.44″S-105° 7’32.37″E
kiri alur masuk batas ; a. 1° 56’14.98″S -105° 6’06.37″E
kiri alur masuk batas ; b. 1° 57’03.73″S-105° 7’36.52″E
dijelaskan oleh rahma terhadap koordinat as masuk dan kiri dan Kanan dengan bentangan Panjang alur pelayaran dari Bouy MPMT hingga kolam putar sekitar 3187 an meter lebar alur pelayaran sekitar 280 an meter Batas merupakan trecking alur penuntut bagi kapal saat berada disekitaran perairan berpendoman peta tematik referensi nomor 60 oleh distrik navigasi Palembang Ujar Rahman, sedangkan kedalaman sekitaran kolam putar hingga kade 6 Lws meter kedalaman air saat air surut.
Saya rasa kedalaman ini sudah cukuplah untuk kapal kapal saat ini namun jika air pasang sesuai dengan table maka kedalaman sekitaran perairan bertambah Hws 8, sekian meter saya rasa kedalaman tidak menjadi permasalaahan ujar Rahman, tantangan kedepan kita adalah bagaimana menciptakan peradaban pelayanan dan pemenuhan kegiatan pelayaran dan kepelabuhanan kalaupun adanya sedikit problem dipelabuhan sandar dan pengaturan pemanfaatan dermaga untuk saling evaluasi demi peningkatan pelayanan faslitas ujar Rahman.( @)
![]()
