
Bersama Wakil Ketua Yayasan Wakil Ketua Lajnah Asia TenggaraJami’yah At Turats Al-islam Kuwait Sheikh Dr. Ahmad Hamud Al-jassar, Pj Bupati Kampar resmikan langsung Pesantren Puteri Ma’had Sulaiman Al Fauzan tersebut, Kamis siang (16/2/2023).
Selain wakil ketua Lajnah Asia Tenggara Jami’yah At Turats Al-islam Kuwait, hahir juga langsung pada kesempatan tersebut Ketua Umum Yayasan Lajnah Khairiah Indonesia Sheikh Ahmad Zawawi Bin Nawawi, Ketua Yayasan Lajnah Khairiah Kampar Riau Dr. Dasman Yahya Ma’ali.lc. Ma, Ketua Pondok Pesantren Puteri Ma’had Sulaiman Al Fauzan Masnur Safitri, Rektor Universitas Islam Negeri Pekanbaru Prof. Dr. Khairunas.M. Ag, Dandim 0313/KPR di wakili oleh Danramil 01/BKn Mayor Inf Yuhardi, Kapolres Kampar di wakili oleh Binmas A.Irwan dan seluruh tamu undangan.
Ini sangat penting bagi masyarakat kampar, karena terlihat di kampar sendiri saaat orang tua lebih dominan mengantar anak-anaknya ke pondok-pondok pesantren.
Berarti ini sangat tepat didirikan di kampar, karena masyarakat kampar sangat membutuhkannya untuk mendidik anak-anak generasi penerus bangsa, karena penduduk Indonesia mayoritas beragama islam.
Program peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dewasa ini, merupakan program terpenting dalam pembangunan agama khususnya pembangunan daerah. Hal ini karena keberhasilan program tersebut merupakan barometer baik buruknya kondisi bangsa saat ini maupun yang akan datang.
Untuk dimengerti juga, Ponpes sendiri juga merupakan bagian integral sistim pendidikan nasional yang dituntut secara terus menerus mengembangkan kualitas para Santri dan Santriwati yang faham akan Ilmu Keagamaan, berkhlak baik, cerdas, serta mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup.”ujarnya”.
Sekali lagi, “saya selaku PJ Bupati Kampar merasa bangga dengan hadirnya generasi-generasi yang cinta akan ilmu agama khususnya islam, dan saya berharap bukan saja mencintai ilmu agam islam, namun mampu menjalankan menciptakan ahlak budi pekerti anak yang baik.
Sebagai apresiasi dan kepedukian, Pemda kampar bahwa bagi santri yang hafidz Al quran 30 juz seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Negara, dan penghargaan bagi hafidz 20, 10, dan 1 juz, Pemerintah telah menyiapkan kebijakan dimasa depan.
Sesungunya kita terus harus bersyukur, karena kita dijadikan pengikut beliau. Walaupun berbeda suku dan bagsa, tetapi satu kalimat telah menyatukan kita.”Laa Ilaha Illallah”. Inilah persaudaraah iman, dimana sesunguhnya orang beriman itu bersudara.’terang Syeh” (
Editor. Zam.
![]()
