Karo_Mediatargetbuser id.-KMP Oikumene se kecamatan Tigapanah berjalan sukses di laksanakan pada hari
Minggu 30 Oktober 2022.Pemuda-pemudi sekecamatan Tigapanah melaksanakan Kebaktian Minggu Pemuda (Gampông) Oikumene dalam rangka peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2022. Kegiatan ini merupakan Program yang dipelopori bidang pembinaan PERMATA GBKP Runggun Tigapanah yang kemudian ber kolaborasi dengan per sekutuan pemuda dari berbagai denominasi gereja di desa Tigapanah. Dalam semangat kesatuan, KMP Oikumene tersebut dapat di laksanakan dengan baik dan luar biasa.

Dhandy Sembiring sebagai salah satu panitia pelaksana me nyampaikan, kegiatan ini di latar belakangi beberapa alasan sesuai konteks pemuda hari ini.
Salah satu nya karena besar nya tantangan pemuda hari ini yang ber dampak pada degradasi moral misalnya saja soal masalah narkoba, kenakalan remaja, kegagapan bermedia sosial dengan bijak, tren mendiagnosa kondisi mental diri sendiri hanya dengan modal pengetahuan yang di dapati di internet, pergaulan bebas dan lainnya. Tommy Pasaribu sebagai ketua Pelprap dalam sambutan nya me nyampai kan, betapa miris melihat realitas pemuda hari ini, memang sepuluh pemuda dapat meng guncang dunia, namun pasti lah pemuda itu yang punya ke pedulian ter hadap dirinya dan lingkungan sekitar nya, bukan yang waktunya habis bermain judi online, bukan juga pada pemuda yang ke bersihan desa nya saja tidak peduli.
Alasan lain dari di laksanakan nya kegiatan tersebut ialah karena dirasa kurang nya semangat kesatuan gereja di kalangan pemuda, khusus nya di kecamatan Tigapanah. Perasaan-perasaan Primordialisme yang cukup tinggi turut mewarnai ruang sosial ke pemudaan di tengah konteks ber gereja sekali pun. Hal demikian memang kerap muncul di tengah ke gagapan kita ber hadapan dengan ke beragaman (salah satunya keberagaman tradisi gerejawi). Ady Kemit dalam sambutan nya me wakili OMK Stasi Tigapanah sempat me ngingat kan hal yang serupa, menurut nya cukup sering persaingan untuk memperlihat kan gereja siapa yang terbaik terjadi dalam konteks ber gereja. Bahkan tak jarang juga kita menjumpai khotbah yang terdengar mendiskredit kan komunitas gereja lain.
Karena konteks yang demikian, Pt. Dhandy Sembiring, S. Si (Teol) dalam khotbah kemarin, selain me ngangkat realitas pemuda hari ini, ia juga mengingat kan kembali bahwa Gereja yang beragam itu dalam hadir nya memang harus merefleksi kan tubuh yang terpecah-pecah namun tidak terpecah belah, tubuh yang terbagi-bagi namun tidak bersekat-sekat, tubuh yang tidak boleh ke hilangan kesatuan nya sebagai tubuh Yesus.” Sejarah terbentuknya “sumpah pemuda”, turut menjadi pesan yang di ingat kan untuk membangun hidup dalam semangat kesatuan di tengah fakta ke perdulian. “Tugas kita bukan menunjuk kan komunitas siapa yang terbaik, karena misi gereja pada hakikat nya hanya ber pangkal dari satu misi yang sama, yakni misi kerajaan Nya, mendatangkan damai sejahtera Allah di tengah dunia. Waktu nya pemuda melaksana kan panggilan hidup nya dalam misi itu. Berperan bagi gereja dan bangsa membawa damai dalam hadir nya pemuda gereja. Merangkul mereka yang telah jatuh dalam ke nakalan remaja, pe nyalahgunaan narkoba, memberi warna baru bagi mereka yang ber putus asa akan hidup nya dan yang pasti per tama-tama harus ber integritas dalam iman nya.” Ujarnya memberi pesan khotbah kemarin. Hal ini senada dengan tema yang di angkat dalam KMP tersebut.
“Meski pun mereka ter goncang iman nya, aku sekali-kali tidak”.
Dalam KMP Oikumene sekecamatan Tigapanah kemarin, turut hadir pengurus PERMATA GBKP Rg. Tigapanah, Pengurus PELPRAP GPdI Tigapanah, OMK Stasi Tigapanah, pengurus youth GBI RG Mart, pengurus Rena HKBP Tigapanah, GKPI Tigapanah, GSJA Tigapanah, ketua PERMATA GBKP Klasis Kabanjahe-Tigapanah, BPH panitia (Jhanty Munthe, Melly Tarigan) dan pemuda-pemudi dari berbagai gereja yang ada di kecamatan Tigapanah.
(Nur kennan Tarigan)
Editor. Zam.
![]()
